“Saya Tetap Ingat 13-14 Mei 1998!”
Surat Terbuka

“Saya Tetap Ingat 13-14 Mei 1998!”

Oleh Sen Tjiauw Gustafsson* ”Eh.. cina ya… cina nih… kamu cina kan??” Begitu teriakan yang terdengar beberapa kali dan ditujukan kepadaku di hari-hari 13-14 Mei 1998. Teriakan ini tak jarang bernada ancaman. Ketegangan rasanya merayap di pembuluh darahku. Dengan kacamata hitam lebar, topi, dan rompi bertuliskan Wartawan Forum Keadilan, aku seakan memiliki tameng pelindung. Begitu juga … Baca lebih lanjut

Bahkan untuk Sholat Mereka Harus Sembunyi…
Surat Terbuka

Bahkan untuk Sholat Mereka Harus Sembunyi…

SEBELUM puasa, setelah sekian lama tidak pulang, saya putuskan untuk mampir ke rumah Ibu. Kakak, adik dan anak tertua saya mengabarkan bahwa Ibu, karena usianya yang semakin tua, sering sakit-sakitan. Ibu tinggal di satu kawasan sangat padat. Gang kecil memasuki rumahnya hanya ber-lebar 1 meter. “Penyakit” saya kalau bepergian adalah lupa hari. Begitulah, saya sama … Baca lebih lanjut

Kematian Kata: Sebuah e-surat untuk Jokowi
Politik / Surat Terbuka

Kematian Kata: Sebuah e-surat untuk Jokowi

Jokowi, bagaimana kabarmu Pak? Kudengar para mantan aktivis mahasiswa yang masuk di lingkar Cikeas ikut menyerangmu habis-habisan. Entah kenapa nada dasarnya sama dengan Fadli Zon cs? Semoga Pak Jokowi tidak terpancing menjawab ‘obrolan politis’ yang tidak perlu. Sebab levelmu Pak Jokowi bukan pada kata, tetapi pada kematian kata itu sendiri. Krisis representasi ini yang tidak … Baca lebih lanjut