Puisi

Di Tangga Sekolah St Fransiskus

di darahku ada delapan aliran darah
tujuh alirannya bernama Ahmadiyah
kau sumbat satu saja
ia akan pecah menjadi delapan aliran lagi
semua bernama KEBEBASAN

di dinding masjid itu
bapakku pernah bersandar tertidur
sementara aku tergeletak di tikar depan kakinya

puluhan tahun tubuhku pernah tersiram air sembahyang
setiap tetes air itu kini menjadi samodra
dalam badai pikiran
dan gemuruh kegelisahan

jangan pernah bermimpi kau bisa kendalikan

atas nama Bapa
dan Putra
dan Roh Kudus, Amin
…..saleh

doa itu selalu kulafalkan
di sekolah Katolikku
di mana Bapak, di bulan Ramadhan selalu menjemputku
dengan sebekal kue-kue untuk buka puasa

dan teman-teman Katolikku yang lewat
akan tersenyum melambaikan tangan
ke arah kami yang berbuka puasa di tangga sekolah

di darahku ada sejuta aliran darah
lebih sembilan puluh persennya
adalah semua agama dan kepercayaan
kau hentikan satu saja
ia akan berubah menjadi bermilyar butir pasir
semua bernama: HAK-KU

— Saleh Abdullah.

Penulis adalah Anggota Dewan Pengurus INSIST. Dulu pernah kerja untuk advokasi pelanggaran HAM di Timor-Leste. Menerbitan beberapa tulisan tentang Timor Leste di masa Orde Baru.

 

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s