Berita / Politik

Polisi Menangkap dan Menyiksa Dua Mahasiswa Uncen

Satutimor.com
JAYAPURA

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam “Solidaritas Mahasiswa Peduli TAPOL-NAPOL (2/4), berakhir dengan penangkapan, penahanan dan penyiksaan sewenang-wenang oleh aparat kepolisian Polresta Jayapura terhadap dua orang mahasiswa, demikian dilaporkan Elsham Papua. 

Alfares2

Alfares Kapisa [credit foto: Elsham Papua]

Alfares Kapisa [credit foto: Elsham Papua]

Dua orang mahasiswa yang ditangkap adalah Alfares Kapisa (27) mahasiswa Semester VI Fakultas Kedokteran, dan Yali Wenda (19) mahasiswa semester II FISIP Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Aksi mahasiswa di mulai sekitar pukul 8.00 WIT, dimana para mahasiswa Uncen berkumpul di Gapura Uncen Kampus Waena. Mereka kemudian hendak melakukan Long Mars ke kampus Lama Uncen di Abepura dan melakukan orasi-orasi berkaitan dengan masih di tahannya 70 Tahanan Politik dan Narapidana Politik di Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan dibeberapa kota/kabupaten di Provinsi Papua.

Sekitar pukul 10.45.WIT, pasukan gabungan Polresta kota Jayapura yang terdiri dari Pasukan Anti huru-hara, polisi berpakaian sipil dan bersenjata serta anggota Brimob menghadang massa di depan gapura kampus Uncen Waena. Aparat Kepolisian melakukan tembakan peringatan ke udara, sementara mengejar dan menangkap mahasiswa. Dalam pembubaran masa demonstrasi inilah polisi menangkap Alfares Kapisa dan Yali Yali Wenda.

Keduanya kemudian dilepas pada Kamis (3/4) sekitar pukul 13.20 waktu Papua, namun ada sejumlah kejanggalan dalam proses pemulangan. Mereka ditangkap dan ditahan oleh pihak Polresta Jayapura, namun dipulangkan ke rumah oleh seorang anggota TNI. Anggota TNI yang mengantar pulang mereka, menurut Alfares, mengancam agar jangan sampaikan hal ini dibuka ke publik.

Kepada Direktur Elsham Papua, kedua saksi korban masing-masing Alfares Kapisa dan Yali Wenda mengungkapkan bahwa pada saat mereka ditangkap, polisi melakukan pemukulan dengan menggunakan popor senjata, rotan dan sasaran pemukulan berkisar di bagian kepala dan rusuk.

Alfares Kapisa mengungkapkan bahwa, selama perjalanan dengan menggunakan mobil DALMAS dari Waena menuju Mapolresta Kota Jayapura, dia dan Yali Wenda disuruh tidur tengkurap di truck DALMAS. Kemudian polisi meletakkan tameng di atas punggung mereka, dan secara bergantian anggota DALMAS Polresta Kota Jayapura berjalan menginjak-injak tameng tersebut. Setelah itu mereka disetrum.

Alfares mengaku di Mapolresta dia disetrum dileher kirinya, setelah itu dipukul dengan popor senjata di kepala bagian kiri dan mata bagian kiri, akibatnya terdapat luka yang panjang sekitar 5cm di kepala kiri, dari mata sebelah kiri, terdapat darah mati di kelopak mata, memar dan luka di pelipis mata bagian atas.

Yali Wenda [Credit foto: Elsham Papua]

Yali Wenda [Credit foto: Elsham Papua]

Yali2Akibat dipukul dan di tendang berulang kali dengan lars sepatu dan dipukul dengan popor senjata, Alfares mengeluh kesakitan dikepala bagian kiri dan rusuk kiri. Tidak puas dengan memukul, jari kaki Alfares juga diinjak dengan sepatu lars sehingga terjadi gumpalan darah mati di jari-jarinya.

Nasib serupa juga di alami Yali Wenda. “Saya dipukul dengan laras senjata ditelinga kiri dan dagu kiri”, kata Yali. Pemukulan itu mengakibatkan telinga bagian kiri atas robek dengan luka yang panjangnya sekitar 4cm. Dagunya tidak bisa bergerak karena mengalami pembengkakan dan luka di tulang bagian, dalam hal ini menyebabkan ia kesulitan untuk makan. Yali Wenda menambahkan bahwa selama perjalanan dari Waena sampai ke Mapolresta Kota Jayapura, ia dengan rotan di tubuh bagian belakang akibatnya terdapat luka memar di bagian belakang tubuhnya, selain itu ia juga diestrum.

Alfares dan Yali mengungkapkan bahwa baju yang mereka pakai saat ditangkap dan dipukul penuh darah dan telah diambil polisi pada malam hari. “Pada malam hari, polisi mengambil kami punya baju, katanya untuk dicuci dan sebagai gantinya, mereka dibeli dua buah baju kaos untuk dipakai sampai pada saat kami diantar pulang ke rumah di Waena” kata Alfares. {S}

One thought on “Polisi Menangkap dan Menyiksa Dua Mahasiswa Uncen

  1. Ping-balik: Para Capres diminta Perhatikan Hak Demokrasi para Tapol Papua | satutimor.com

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s