Berita

Pemerintah keluarkan Rencana Pengelolaan Laut Sawu sebagai Taman Nasional

Wilayah Taman Nasional Perairan Laut Sawu {Sumber: Website TNP Laut Sawu}

Wilayah Taman Nasional Perairan Laut Sawu {Sumber: Website TNP Laut Sawu}

Satutimor/WAINGAPU

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Laut Sawu dan sekitarnya di NTT sebagai Taman Nasional Perairan (TNP) sejak tahun 2009 namun baru pada tahun ini merampungkan Rencana Pengelolaan dan Zonasi TNP Laut Sawu dan sekitarnya untuk periode 2014-2034.

“Pengaturan sistem zonasi merupakan pemenuhan hak-hak bagi masyarakat lokal khususnya nelayan lokal atau tradisional di TNP Laut Sawu dan sekitarnya. Kekhawatiran akan mengurangi akses nelayan yang disinyalir banyak pihak sangatlah tidak berasalan, justru hak-hak tradisional masyarakat sangat diakui dalam pengelolaan kawasan konservasi,” demikian kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo di Jakarta seperti yang dikutip ANTARA Selasa (28/1).

TNP3

{sumber: Website TNP Laut Sawu}

Menurut Sharif Laut Sawu dan sekitarnya telah ditetap sebagai Taman Nasional Perairan Laut berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.38/MEN/2009. Namun pengelolaan efektif Taman Nasional Perairan Laut tersebut, telah mengesahkan Rencana Pengelolaan dan Zonasi TNP Laut Sawu dan sekitarnya periode 2014-2034 sesuai Keputusan Nomor: 06/KEPMEN-KP/2014. Luas total zona inti TNP Laut Sawu adalah 79.668,62 hektare atau sebesar 2,37 persen dari luas total kawasan TNP Laut Sawu.

“Penetapan TNP Laut Sawu yang berada di jantung wilayah segitiga terumbu karang (coral triangle) ini dalam rangka mewujudkan kelestarian, melindungi, dan memanfaatkan ekosistem perairan Laut Sawu dan sekitarnya untuk penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, kegiatan yang menunjang perikanan berkelanjutan, wisata perairan, dan rekreasi,” kata Sharif disela Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan 2014, di Jakarta.

Menurut Sharif kawasan tersebut merupakan habitat penting bagi beragam jenis ikan karang, ikan konsumsi, serta merupakan jalur raya bagi beragam jenis paus yang hidupnya bermigrasi jauh lintas negara.

Titik-titik Ordinat TNP Laut Sawu {sumber: Website TNP Laut Sawu}

Titik-titik Ordinat TNP Laut Sawu {sumber: Website TNP Laut Sawu}

Titik-titik batas koordinat TNP Laut Sawu {sumber: Website TNP Laut Sawu}

Titik-titik batas koordinat TNP Laut Sawu {sumber: Website TNP Laut Sawu}

“Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya menetapkan Perairan Laut Sawu dan sekitarnya seluas 3,35 juta Ha meliputi Perairan Selat Sumba, Pulau Timor-Rote-Sabu-Batek dan sekitarnya, yang mencakup 10 kabupaten sebagai Taman Nasional Perairan,” ujar Sharif.

Wilayah TNP Laut Sawu merupakan koridor penting bagi perlintasan sedikitnya 22 spesies mamalia laut yang terdiri dari 14 spesies paus, tujuh spesias lumba-lumba dan satu spesies dugong antara lain Blue Whale (Balaenoptera musculus), Sperm Whale (Physeter macrocepahlus), Pygmi killer Whale (Feresa attenuate), Short-finned pilot Whale (Globicepalia macrohynchus), Rissos dolphin (Grampus griseus), Pantropical spotted dolphin (Stenella attenuate), Spinner dolphin (Stella longirostis),Bottlenose dolphin (Tursiops truncates) dan Dugong (Dugong dugong).

Tidak hanya itu, TNP Laut Sawu juga merupakan habitat bagi enam spesies penyu yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu pipih (Natator depressus), dan penyu tempayan (Caretta caretta).

Sementara itu, kerapu (Grouper), Humphead/Napolean (Cheilinus Undulatus), Hiu (Charcanidae), Bumphead parrotfish (Bolbometopon muricatum), Pari Manta (Manta byrostris), dan Tuna Sirip Kuning (Thunus albacores) adalah biota penting lain yang menetap di wilayah perairan TNP Laut Sawu.

{sumber: Website TNP Laut Sawu}

{sumber: Website TNP Laut Sawu}

Menurut Sharif masyarakat diberikan ruang pemanfaatan untuk perikanan di dalam kawasan konservasi (zona perikanan berkelanjutan, zona pemanfaatan, maupun zona lainnya) misalnya untuk budidaya dan penangkapan ramah lingkungan maupun pariwisata bahari dan sebagainya. {Satutimor}

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s