Seni

Surat seorang guru untuk murid-muridnya di Rote

Marcella Chandra Wijayanti pernah mengajar di SD Inpres Onatali, Kecamatan Rote Tengah, Rote, Nusa Tenggara Timur selama satu tahun sebagai bagian dari gerakan Indonesia Mengajar. Ia menjadi guru kelas 5 SD. Sehari sebelum ia pulang, ia menulis surat ini untuk murid-muridnya. Surat ini ia cetak dengan nama masing masing anak dan ia bagikan bersama rapor mereka.  Awalnya ia berniat surat ini pribadi dan hanya ia dan ke 25 murid murid kelas 5 saya yang tahu. Namun ada seorang teman yang membantu memperbaiki beberapa program di laptopnya  tidak sengaja membaca surat ini dan meminta ijin untuk membacakan untuk anaknya. Marcella kini telah bekerja pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta dan Satutimor.com memintanya untuk menerbitkan surat itu di sini.

{foto: courtesy Marcella Chandra Wijayanti}

Muridku sayang,
Ibu harus pulang.

Tapi ketahuilah, setahun ini adalah setahun paling membahagiakan bagi Ibu. Bukan karena pemandangan alam yang indah di Rote. Bukan karena dalam setahun ini Ibu bisa punya pantai indah yang bisa Ibu buat berenang setiap hari. Bukan karena selama setahun ini Ibu bisa makan ikan dan cumi segar dengan harga murah dibandingkan dengan di daerah asal Ibu. Bukan juga karena Ibu bisa menikmati jalanan bebas macet sepanjang hari. Setahun ini membahagiakan karena kalian.

Ibu bahagia setiap melihat mata kalian yang berbinar. Ibu bahagia ketika melihat kalian berlari dengan semangat menyongsong sekolah. Kalianlah yang membuat Ibu melompat dengan semangat dari tempat tidur setiap pagi. Kalianlah energi Ibu selama ini.

Nak, kamu adalah anak yang pintar. 
Kamu pintar. Ulangi lagi. Kamu pintar. Jangan percaya jika ada yang bilang kamu kurang pintar. 
Selalu disiplin di sekolah ya. Datanglah tepat waktu, bersihkan sekolah setiap pagi dengan semangat, kerjakan pekerjaan rumah, belajarlah dengan tekun, dengarkan setiap penjelasan guru dengan baik. Dan ingatlah, setiap kali kalian melakukannya, katakan pada hatimu kamu melakukannya untuk dirimu sendiri, untuk kebaikanmu. Bukan karena disuruh, bukan karena takut dimarahi. Semua yang ada di sekolah adalah untuk kebaikanmu, jadi jalanilah dengan penuh tanggungjawab.
Jadilah apa yang kalian sukai, kalian cita-citakan. Sekolahlah setinggi-tinginya. Berjuanglah untuk itu. Apapun kesulitannya, Ibu yakin kamu bisa mengatasinya. Kawan ibu pernah berkata dengan kata-kata yang bagus. Ingatlah kata-katanya ini, “Jangan kubur mimpi-mimpimu. Lepaskan keatas sana, ke ruang angkasa. Tuhan akan mengaturnya dengan bijaksana”.

Nak, kamu adalah anak yang jujur, baik dan sopan

{foto: courtesy Marcella Chandra Wijayanti}

Hormatilah orang-orang disekitarmu seperti kamu menghormati dirimu sendiri. Bahkan ketika ada orang yang tidak menghormatimu, kamu harus tetap menghormatinya. Bertutur katalah dengan baik ketika kalian berbicara kepada orang lain termasuk teman, guru, kakak, adik bahkan kepada orang yang tidak kalian kenal sekalipun. Jangan lupa juga untuk selalu berprasangka baik kepada oranglain bahkan ketika banyak orang disekitarmu menaruh prasangka buruk. Ketika ada orang berteriak di depanmu, tetap patuhi kata-katanya jika kata-katanya baik untukmu, tetapi kamu tidak perlu membalas dengan berteriak atau kembali berteriak kepada orang lainnya lagi.

Ketika kamu merasa kebingungan, menentukan mana yang baik mana yang tidak baik, mana yang harus dicontoh mana yang tidak boleh dicontoh, tanyalah pada hatimu. Jagalah hatimu seputih sekarang, sehingga kelak ketika dewasa, ketika kamu perlu bertanya kepada hatimu menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik, hatimu yang putih itu bisa memberikan jawaban yang tepat.

???????????????????????????????Nak, kamu adalah anak pemberani.
Ketika kelak kamu menemukan kesulitan-kesulitan dalam hidup, hadapilah dengan berani, jangan takut dan lari. Tetaplah jadi pemberani hingga kalian dewasa. Ketika kamu benar-benar merasa tidak bisa menghadapinya, jangan kuatir, percayalah Tuhan selalu punya jalan keluar. 
Jika kalian belum terlalu mengerti isi surat ini. Simpanlah, dan bacalah kapan-kapan. Bacalah, dan Ibu akan selalu menemani kalian.

Onatali, 20 Juni 2012

Peluk Penuh Cinta
Ibu Marcella

{Foto-foto: courtesy Marcella Chandra Wijayanti}

3 komentar di “Surat seorang guru untuk murid-muridnya di Rote

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s