Berita / Politik

KWI: Hati-hati dengan sikap manis para caleg

Theny Panie

Satutimor.com/KUPANG–

{ist}Menyambut Pemilu legislatif untuk memilih DPR, DPD dan DPRD yang akan berlangsung 9 April 2014 mendatang, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak segenap umat Katolik di Indonesia menjadi pemilih yang cerdas.

“Tidak mudah bagi Anda untuk menjatuhkan pilihan atas para calon legislatif. Selain karena banyak jumlahnya, mungkin juga tidak cukup anda kenal…para calon legislatif yang akan anda pilih, harus dipastikan bahwa mereka itu memang orang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan,” demikian KWI dalam surat gembala tertanggal 11 Januari 2014.

KWI menyatakan bahwa calon legislatif yang jelas-jelas berwawasan sempit, mementingkan kelompok, dikenal tidak jujur, korupsi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan “tidak layak dipilih.”

“Hati-hatilah dengan sikap ramah-tamah dan kebaikan yang ditampilkan calon legislatif hanya ketika berkampanye, seperti membantu secara material atau memberi uang,” tegas KWI dalam surat yang ditandatangi ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo dan Sekretaris Jendral Mgr Johannes Pujasumarta.

Lembaga paying gereja-gereja Katholik di Indonesia ini juga meminta umatnya tidak terjebak politik uang yang dilakukan para caleg untuk mendapatkan suara.

“Perlulah Anda mencari informasi mengenai para calon yang tidak Anda kenal dengan pelbagai cara. Demi terjaga dan tegaknya bangsa ini, perlulah kita memperhitungkan calon legislatif yang mau berjuang untuk mengembangkan sikap toleran dalam kehidupan antarumat beragama dan peduli pada pelestarian lingkungan hidup.”

Umat juga didorong memilih caleg perempuan yang disebutkan sebagai tindakan nyata mengakui kesamaan martabat.

“Pilihan kepada calon legislatif perempuan yang berkualitas untuk DPR, DPD dan DPRD merupakan salah satu tindakan nyata mengakui kesamaan martabat dalam kehidupan politik antara laki-laki dan perempuan, serta mendukung peran serta perempuan dalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan.”

Seperti pemilu-pemilu sebelumnya, KWI memaknai pemilu sebagai peristiwa penting dan strategis bagi demokrasi.  Bagi KWI, memberikan suara dalam pemilu selain merupakan hak, juga merupakan panggilan warga negara. Karenanya KWI berharap seluruh umat Katolik calon pemilih ikut memilih dengan cerdas dan sesuai hati nurani.

Pemimpin tertinggi gereja Katholik Indonesia ini juga mengajukan kriteria partai politik yang layak menjadi pertimbangan. “Hal yang penting untuk menjadi pertimbangan kita adalah partai yang memiliki calon legislatif dengan kemampuan memadai dan wawasan kebangsaan yang benar. Partai yang memperjuangkan kepentingan kelompoknya apalagi tidak berwawasan kebangsaan, hendaknya tidak dipilih.”

Pemantauan pemilu yang luas dan berkelanjutan juga menjadi perhatian KWI. “Pengawasan itu bukan hanya pada saat penghitungan suara, melainkan selama proses Pemilu berlangsung demi terlaksananya Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.”

Kita perlu mendorong dan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok dalam masyarakat yang dengan cermat mengikuti dan mengritisi proses jalannya Pemilu. Hendaknya anda mengikuti secara cermat proses penghitungan suara bahkan harus terus mengawasi pengumpulan suara dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai ke tingkat kecamatan dan kabupaten agar tidak terjadi rekayasa dan kecurangan.”{Satutimor}

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s